You are here
Home > PUBLIKASI > OPINI > Visi Misi dan Seleksi Ulang Apri

Visi Misi dan Seleksi Ulang Apri

Tulisan ini stidaknya adalah pandangan yang coba disadurkan guna membangun pencerahan atas berlarut-larutnya polemik seleksi ulang tenaga honorer/ PTT dan seleksi bagi pelamar umum yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Bintan pada desember 2016 yang lalu yang makin menarik untuk di cermati.

Kepala daerah dalam tindak tanduknya sebagai pejabat dalam mengeluarkan kebijakan yang menyangkut kepentingan khalayak ramai, tidak mungkin mengeksekusi sebuah kebijakan secara spontanitas terlebih accident . Selalu ada latar belakang yang mendasari setiap kelahiran kebijakan itu sendiri. Lazimnya sebuah kebijakan kepala daerah akan dipastikan selaras dengan pedoman Visi-Misi dan program yang di usungnya. Dengan adanya keselarasan ini maka dipastikan setiap langkah dan kebijakan yang di jalankan akan memiliki dampak positif bagi pemerintahan dan publik yang ia pimpin.

Dalam Visi-Misi sebanyak 16 halaman yang di usung oleh Apri Sujadi dan Dalmasri Syam, Apri Sujadi menggagas Visi “Terwujudnya Kabupaten Bintan yang Madani dan Sejahtera Melalui Pencapaian Bintan Gemilang 2025 (Gerakan Melangkah Maju di Bidang Kelautan, Pariwisata, dan Kebudayaan)”. Visi ini pun di yakini memiliki kesesuaian dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 Kabupaten Bintan. dengan kerangka visi yang di targetkan pada

  1. Kesejahteraan Rakyat.
  2. Pemanfaatan semaksimal mungkin potensi-potensi lokal.
  3. Penguatan sumber daya manusia (SDM).

Dengan Visi itu pula Apri Sujadi bersama Wakilnya merencanakan misi berupa

  1. Meningkatkan kemampuan pengelolaan potensi-potensi ekonomi lokal dengan manajemen yang profesional sehingga bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam upaya untuk menjadikan Kabupaten Bintan sebagai salah satu pusat kemajuan di bagian barat Indonesia dan sekaligus sebagai daerah tujuan investasi yang berdaya saing tinggi.
  2. Melanjutkan upaya pembentukan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good governance) sebagai langkah perwujudan birokrasi yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
  3. Menjadikan pemuda sebagai kekuatan utama pelopor dan pendorong pembangunan di Kabupaten Bintan
  4. Mewujudkan pembangunan karakter masyarakat yang religius sebagai dasar pembentukan SDM yang berdaya saing dan unggul dalam penguasaan ilmu dan teknologi serta sadar terhadap pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Apri Sujadi  sebagai seorang yang lahir di Kabupaten Bintan merasa perlu  dan bertekad melakukan sejumlah perubahan  dan perbaikan- perbaikan fundamental dengan langkah–langkah strategis mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bintan, terutama dalam supervisi menyongsong Kabupaten Bintan Gemilang 2025.

Berkaitan dengan kebijakan fenomenal Apri Sujadi dengan melakukan Seleksi ulang tenaga Honorer/PTT dan seleksi bagi pelamar umum di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan yang  dirasa kental nuansa diskriminiasi di kalangan pekerja. Kelompok pekerja “lama” yang dominan berasal dari Kota Tanjungpinang memandang kebijakan tersebut adalah kebijakan yang berorientasi pada pemenuhan keinginan kelompok tertentu. Menggunakan sentimen “KTP” dan domisili, kebijakan ini pula dipandang sangat diskriminatif oleh masyarakat.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang sebab dan tujuan dari kebijakan itu tentu saja yang paling utama adalah menyesuaikan korelasi dan sinergitas kebijakan tersebut dengan Visi-Misi yang di usung Apri Sujadi sebgai kepala daerah Kabupaten Bintan. Setidaknya secara sederhana kita dapat melakukan uji perbandingan atau studi komparatif antara kebijakan Seleksi ulang tenaga Honorer dengan Visi Misi Apri Sujadi yang kemudian tertuang dalam Trilogi program utama Apri Sujadi  yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat, perbaikan aspek pelayanan umum dan peningkatan daya saing daerah dalam usaha mewujudkan Visi Misinya. Kebijakan seleksi ulang tenaga honorer/PTT tersebut justru kontra produktif dengan Visi-Misi yang di usung Apri Sujadi bersama pasangannya.

Apri Sujadi meyakini peningkatan kesejahteraan masyarakat salah satunya dapat di realisasikan melalui pembukaan lapangan kerja yang menciptakan kesempatan kerja. Hal ini diharapkan juga mampu mendongkrak daya saing daerah Kabupaten Bintan dikancah Masyarakat Ekonomi Asean yang berlaku . Tentu akan terasa sangat ganjil ketika pembukaan lapangan kerja  yang menciptakan kesempatan kerja tersebut hanya diimplementasikan melalui peyerapan tenaga honorer, sementara masih di dalam wilayahnya Apri membiarkan Lagoi di dominasi pekerja pendatang.

Apri Sujadi menyadari bahwa kekayaan potensi pariwisata, bahari, perikanan,budaya dan aspek lokal lainnya dirasa masih kurang dalam hal nilai tambah, padahal potensi-potensi tersebut merupakan potensi besar ekonomi masyarakat Kabupaten Bintan. Dengan tekadnya mewujudkan Visi Bintan Gemilang, maka sekali lagi kebijakan yang hanya mendorong SDM di daerahnya hanya mengabdi sebagai tenaga honorer sangat kontra produktif dengan Visi-Misi yang diusungnya.

Tak ketinggalan bicara iklim investasi Apri Sujadi menyadari betul potensi bisnis Bintan yang demikian besar, termasuk didukung oleh letak geografis yang bersempadan dengan Singapura dan Johor Bahru di Malaysia, Apri Sujadi berkeyakinan bahwa Bintan dapat menjadi Alternatif sentra Bisnis. Bahkan untuk mendukung beberpa poin komparator terhadap kebijakan seleksi ulang honorer tersebut Apri memaparkan dengan detail program aksi mewujudkan “Bintan Gemilang” yang salah satunya merupakan aksi Penguatan peran dan fungsi pemuda dalam proses pembangunan Kabupaten Bintan .

  1. Merevitalisasi organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Bintan
  2. Mendorong organisasi-organisasi kepemudaan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam proses pemberdayaan masyarakat dan pembangunan.
  3. Meningkatkan manajerial pengelolaan organisasi kepemudaan melalui pelatihan-pelatihan.
  4. Meningkatkan keahlian dan keterampilan para pemuda melalui jenjang pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan.
  5. Mendorong terwujudnya usaha-usaha ekonomi kreatif yang dimotori oleh para pemuda guna pembukaan lapangan pekerjaan baru dan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di basis desa/kelurahan.
  6. Mendorong lahirnya karya dan prestasi pemuda Kabupaten Bintan dalam berbagai bidang yang berskala lokal, nasional, dan internasional.

Maka naif sekali jika kesemua itu hanya direaisasikan dengan mendorong penyerapan tenaga kerja honorer, terlebih dengan mengorbankan honorer yang sudah mengabdi sebelumnya.

Bahkan apabila masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bintan mengikuti dan mendalami Visi-Misi yang di usung oleh Apri Sujadi, tentu saja paradigma yang terbangun bahwa kemampuan Apri Sujadi untuk “mendorong partisipasi putra daerah membangun Bintan” bukanlah hal yang “wah” dibanding dengan Visi-Misi, Program utama, sampai, program aksi mewujudkan “Bintan Gemilang” yang lebih memiliki substansi mengangkat harkat, martabat dan, kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bintan ke depan.

 

Top